Prinsip kerja IP Statis (Static IP) pada komputer dalam jaringan Kelas C untuk satu ruangan berfokus pada penetapan alamat IP secara manual yang bersifat tetap dan tidak berubah pada setiap perangkat.
🖥️ Konsep Dasar
1. IP Statis (Static IP)
Definisi: Alamat IP yang ditetapkan secara permanen oleh administrator jaringan pada suatu perangkat (host).
Kelebihan:
Konsisten: Memudahkan akses jarak jauh, server, atau perangkat yang membutuhkan identitas tetap (misalnya, printer jaringan).
Kontrol: Administrator mengetahui persis alamat setiap host, mempermudah pemantauan dan penanganan masalah.
Andal: Lebih diandalkan untuk layanan seperti Voice over Internet Protocol (VoIP) atau web server.
Kekurangan:
Manual: Pengaturan IP harus dilakukan satu per satu pada setiap komputer, yang merepotkan jika jumlah komputer banyak.
Risiko Collision: Rentan terjadi tabrakan IP (IP conflict) jika administrator salah memasukkan alamat yang sudah digunakan.
2. IP Address Kelas C
Rentang: Alamat IP di kelas C dimulai dari oktet pertama 192 hingga 223 (contoh: 192.168.1.x).
Struktur:
Tiga oktet pertama digunakan untuk Network ID (mengidentifikasi jaringan).
Satu oktet terakhir digunakan untuk Host ID (mengidentifikasi perangkat dalam jaringan).
Subnet Mask Default: 255.255.255.0 (atau /24).
Skala: Ideal untuk jaringan skala kecil (seperti satu ruangan/kantor kecil) karena mampu menampung hingga 254 host per jaringan (2^8 - 2).
⚙️ Prinsip Kerja di Satu Ruangan
Dalam konteks jaringan kecil di satu ruangan (LAN), langkah-langkah kerja IP Statis Kelas C adalah sebagai berikut:
Penentuan Skema Alamat:
Administrator menentukan satu Network ID Kelas C untuk seluruh ruangan, misalnya 192.168.1.0/24.
Subnet Mask yang digunakan adalah 255.255.255.0.
Gateway (alamat router atau pintu keluar jaringan) ditetapkan, misalnya 192.168.1.1.
Konfigurasi Manual:
Administrator mengunjungi setiap komputer di ruangan tersebut.
Pada pengaturan jaringan setiap komputer, alamat IP diatur secara manual dengan nilai yang unik dan berada dalam rentang Host ID yang tersedia (misalnya, 192.168.1.2, 192.168.1.3, ..., hingga 192.168.1.254).
Setiap komputer juga dikonfigurasi dengan Subnet Mask (255.255.255.0) dan alamat Gateway (192.168.1.1) yang sama.
Proses Komunikasi:
Ketika Komputer A (192.168.1.5) ingin berkomunikasi dengan Komputer B (192.168.1.10):
Komputer A melihat alamat tujuan (192.168.1.10).
Berdasarkan Subnet Mask (255.255.255.0), ia mengetahui bahwa tujuan berada di jaringan lokal yang sama.
Paket data dikirim langsung ke Komputer B melalui perangkat penghubung (seperti Switch atau Hub) tanpa perlu melalui Gateway (router).
Jika Komputer A ingin mengakses internet:
Paket data dikirim ke alamat Gateway (192.168.1.1), yang kemudian meneruskan paket tersebut keluar dari jaringan lokal.
Dengan metode ini, setiap komputer memiliki identitas tetap yang memudahkan administrator jaringan kecil di ruangan tersebut.
No comments:
Post a Comment